Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar
http://journals.alptkptm.org/index.php/jikm
Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyahen-USJurnal Ilmiah Kampus Mengajar2828-6375Pendampingan Perkembangan Sosial Siswa melalui Program Bimbingan dan Konseling bagi Siswa Sekolah Dasar Kelas Rendah
http://journals.alptkptm.org/index.php/jikm/article/view/285
<p>Kemampuan sosial merupakan salah satu aspek perkembangan penting pada siswa sekolah dasar karena berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi, kerja sama, dan penyesuaian diri di lingkungan sekolah. Namun, masih terdapat siswa yang mengalami hambatan dalam interaksi sosial, seperti kurang percaya diri, pasif dalam kegiatan kelompok, dan rendahnya kepedulian terhadap teman sebaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi layanan bimbingan dan konseling (BK) dalam membantu mengembangkan kemampuan sosial siswa kelas II di SD Kartika XIX-6. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi dan wawancara. Observasi dilakukan untuk mengamati perilaku sosial siswa selama proses pembelajaran dan aktivitas di lingkungan sekolah, sedangkan wawancara dilakukan dengan wali kelas untuk memperoleh informasi mengenai bentuk layanan BK, kendala yang dihadapi, serta upaya pengembangan kemampuan sosial siswa. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa layanan BK yang dilakukan melalui pendekatan individual dan kelompok, seperti percakapan pribadi, diskusi kelompok, sosiodrama, dan pendampingan belajar, mampu membantu meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama, rasa percaya diri, dan kepedulian sosial siswa. Selain itu, layanan BK juga memberikan dampak positif terhadap terciptanya suasana kelas yang lebih inklusif dan kondusif. Keberhasilan layanan BK dipengaruhi oleh keterlibatan guru, dukungan sekolah, dan kolaborasi dengan orang tua siswa. Dengan demikian, layanan BK di sekolah dasar perlu diperkuat sebagai upaya preventif dan pengembangan dalam mendukung perkembangan sosial siswa secara optimal.</p>Fikriyah FikriyahFatkhurohman FatkhurohmanWidianti ArliniRevania Azzahra
Copyright (c) 2026 Fikriyah Fikriyah, Fatkhurohman Fatkhurohman, Widianti Arlini, Revania Azzahra (Author)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-252026-04-2512110.56972/jikm.v6i1.285Penguatan Kemampuan Literasi Siswa Sekolah Dasar melalui Program Membaca Nyaring dalam Kegiatan Kampus Mengajar di SDN Pabelan 02
http://journals.alptkptm.org/index.php/jikm/article/view/193
<p>Rendahnya kemampuan literasi siswa sekolah dasar masih menjadi salah satu permasalahan pendidikan yang memerlukan perhatian serius, terutama dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Kondisi tersebut juga ditemukan pada siswa kelas V SDN Pabelan 02 yang menunjukkan kemampuan membaca dan pemahaman bacaan yang masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa melalui implementasi program membaca nyaring (read aloud) dalam kegiatan Kampus Mengajar. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan tahapan observasi awal, pelaksanaan pre-test, perencanaan program, implementasi kegiatan membaca nyaring, dan evaluasi melalui post-test. Kegiatan dilaksanakan selama empat bulan, mulai Februari hingga Juni, dengan melibatkan siswa kelas V, guru pamong, dan wali kelas sebagai mitra pelaksana program. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa kegiatan membaca nyaring mampu meningkatkan kemampuan literasi siswa, terutama pada aspek kelancaran membaca, pemahaman isi bacaan, keberanian membaca di depan kelas, serta minat baca siswa. Selain itu, program ini juga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan. Dukungan sekolah, keterlibatan guru, serta pembiasaan budaya literasi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan dan keberlanjutan program. Dengan demikian, kegiatan membaca nyaring dapat menjadi salah satu alternatif strategi pembelajaran literasi yang efektif untuk diterapkan di sekolah dasar sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan budaya literasi siswa secara berkelanjutan.</p>Alma Putri SabrinaPatmisariDzikrina Aqsha Mahardika
Copyright (c) 2026 Alma Putri Sabrina, Patmisari (Author)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-05-252026-05-25224210.56972/jikm.v6i1.193Pemanfaatan Pojok Baca untuk Menumbuhkan Budaya Literasi Siswa Kelas Tinggi di SD Islam Darussalam Surakarta
http://journals.alptkptm.org/index.php/jikm/article/view/190
<p>Rendahnya minat baca siswa sekolah dasar menjadi salah satu permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian dalam upaya penguatan budaya literasi di lingkungan pendidikan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, kurang optimalnya fasilitas literasi, serta belum terbentuknya kebiasaan membaca pada siswa. Oleh karena itu, diperlukan program yang mampu mendekatkan siswa dengan bahan bacaan secara menarik dan mudah diakses. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program pojok baca sebagai upaya menumbuhkan minat baca siswa kelas V di SD Islam Darussalam Surakarta. Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan, mulai tanggal 2 Maret 2024 sampai 24 April 2024 dengan melibatkan 27 siswa kelas V. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan wali kelas serta siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program pojok baca mampu meningkatkan aktivitas literasi siswa melalui pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Selain itu, keberadaan pojok baca yang didesain menarik dan dilengkapi berbagai jenis buku bacaan membuat siswa lebih antusias membaca dan lebih mudah mengakses bahan bacaan di dalam kelas. Program ini juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kebiasaan membaca, keterlibatan siswa dalam kegiatan literasi, serta mendukung implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Dengan demikian, program pojok baca dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan literasi yang efektif dalam menumbuhkan minat baca siswa sekolah dasar.</p>Dian FitriaPatmisariTaqiya Dipsatara
Copyright (c) 2026 Dian Fitria, Patmisari, Taqiya Dipsatara (Author)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-262026-04-26436210.56972/jikm.v6i1.190Pendampingan Pembelajaran IPA Berbasis Multimedia Interaktif pada Materi Sistem Tata Surya di SDN 10 Tolitoli
http://journals.alptkptm.org/index.php/jikm/article/view/275
<p>Pembelajaran IPA di sekolah dasar sering menghadapi kendala dalam penyampaian materi yang bersifat abstrak, salah satunya pada materi Sistem Tata Surya. Kondisi tersebut menyebabkan siswa mengalami kesulitan memahami konsep serta berdampak pada rendahnya kualitas project pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep dan kualitas project siswa melalui implementasi multimedia interaktif pada pembelajaran IPA di kelas IV SDN 10 Tolitoli. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan tahapan observasi awal, pelaksanaan pretest, implementasi multimedia interaktif berbasis <em>Project-Based Learning</em> (PjBL), posttest, penilaian project, observasi aktivitas belajar, serta penyebaran angket respon siswa. Multimedia interaktif yang digunakan berupa animasi tata surya, simulasi pergerakan planet, dan video pembelajaran interaktif. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai siswa dari 58,40 pada pretest menjadi 82,67 pada posttest. Selain itu, kualitas project siswa mengalami peningkatan pada aspek kreativitas, ketepatan konsep, kerapian, dan kemandirian dengan rata-rata peningkatan sebesar 25,2 poin. Respon siswa terhadap penggunaan multimedia interaktif juga sangat positif, dengan persentase ketertarikan terhadap media mencapai 93% dan motivasi belajar sebesar 88%. Implementasi multimedia interaktif terbukti mampu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna sehingga siswa lebih mudah memahami konsep abstrak pada materi Sistem Tata Surya. Dengan demikian, multimedia interaktif dapat menjadi alternatif media pembelajaran inovatif untuk mendukung pembelajaran IPA berbasis teknologi di sekolah dasar.</p>HamnaMuh. Khaerul Ummah BkPutri PratiwiStevani Charolina LabangNur Fadila Rusli
Copyright (c) 2026 Hamna, Muh. Khaerul Ummah Bk, Putri Pratiwi, Stevani Charolina Labang, Nur Fadila Rusli (Author)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-262026-04-26638110.56972/jikm.v6i1.275Penguatan Pendidikan Karakter melalui Edukasi Anti-Bullying untuk Membangun Lingkungan Ramah Anak di SDIT Ar-Risalah Kartasura
http://journals.alptkptm.org/index.php/jikm/article/view/286
<p>Bullying pada siswa sekolah dasar merupakan permasalahan yang berdampak negatif terhadap perkembangan emosional, sosial, dan akademik peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa, guru, dan orang tua mengenai bentuk, penyebab, dampak, serta pencegahan bullying di SDIT Ar-Risalah Kartasura. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan partisipatif melalui sosialisasi, edukasi, diskusi interaktif, simulasi kasus, pendampingan guru, dan edukasi parenting. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bullying yang ditemukan meliputi bullying verbal, fisik, sosial, dan cyberbullying sederhana. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya empati, toleransi, dan saling menghormati, memperkuat kapasitas guru dalam mengenali serta mencegah bullying, dan mendorong keterlibatan orang tua dalam membangun lingkungan ramah anak. Dengan demikian, pencegahan bullying memerlukan kolaborasi antara sekolah, guru, siswa, dan keluarga untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan sosial-emosional peserta didik.</p>Fahriyyah Nurul NajmiWahdan Najib Habiby
Copyright (c) 2026 Fahriyyah Nurul Najmi, Wahdan Najib Habiby (Author)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-262026-04-268210510.56972/jikm.v6i1.286Peningkatan Minat Membaca Siswa Sekolah Dasar melalui Program Festival Literasi dan Revitalisasi Pojok Baca di SD Negeri Ngadirejo 03
http://journals.alptkptm.org/index.php/jikm/article/view/189
<p>Rendahnya minat membaca siswa sekolah dasar menjadi salah satu permasalahan yang memengaruhi perkembangan kemampuan literasi peserta didik. Kondisi tersebut juga ditemukan di SD Negeri Ngadirejo 03, yang ditunjukkan dengan rendahnya keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca dan kurang optimalnya pemanfaatan fasilitas literasi sekolah. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan minat membaca siswa melalui pelaksanaan festival literasi dan revitalisasi pojok baca sekolah. Kegiatan pengabdian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sasaran seluruh siswa SD Negeri Ngadirejo 03 yang berjumlah 80 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan berlangsung. Program pengabdian dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi awal, perencanaan kegiatan, pelaksanaan festival literasi, revitalisasi pojok baca, serta evaluasi program. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa festival literasi mampu meningkatkan antusiasme dan partisipasi siswa dalam kegiatan membaca. Selain itu, revitalisasi pojok baca memberikan dampak positif terhadap kenyamanan dan intensitas penggunaan fasilitas literasi oleh siswa. Kegiatan ini juga berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, meningkatkan motivasi membaca siswa, serta membangun budaya literasi yang lebih baik di lingkungan sekolah. Meskipun demikian, keberlanjutan program literasi masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan koleksi buku dan rendahnya keterlibatan orang tua dalam mendukung budaya membaca di rumah. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama berkelanjutan antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua dalam mempertahankan budaya literasi di sekolah. Secara keseluruhan, program festival literasi dan revitalisasi pojok baca terbukti efektif dalam meningkatkan minat membaca siswa serta mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang literat dan kondusif bagi pengembangan budaya membaca.</p>Enggar PratiwiPatmisari Patmisari
Copyright (c) 2026 Enggar Pratiwi, Patmisari Patmisari (Author)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-262026-04-2610612410.56972/jikm.v6i1.189Penguatan Budaya Literasi melalui Kegiatan Festival Literasi di SMP Muhammadiyah 1 Kartasura
http://journals.alptkptm.org/index.php/jikm/article/view/195
<p>Rendahnya minat baca dan budaya literasi di kalangan peserta didik menjadi salah satu tantangan dalam dunia pendidikan, khususnya di era digital yang ditandai dengan tingginya penggunaan gadget dan media sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca, kemampuan literasi, rasa percaya diri, serta kemampuan komunikasi peserta didik melalui pelaksanaan Festival Literasi di SMP Muhammadiyah 1 Kartasura. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Festival Literasi dilaksanakan dalam bentuk lomba pidato, puisi, poster, dan cerpen yang melibatkan peserta didik dari berbagai kelas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Festival Literasi mampu meningkatkan partisipasi peserta didik dalam kegiatan literasi sekolah. Peserta didik menjadi lebih aktif dalam membaca, menulis, dan berani tampil di depan umum. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, kreativitas, serta motivasi belajar peserta didik. Pelaksanaan Festival Literasi turut memberikan dampak positif terhadap penguatan budaya literasi sekolah melalui terciptanya suasana pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan menyenangkan. Dukungan sekolah, guru, dan antusiasme peserta didik menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan. Dengan demikian, Festival Literasi dapat dijadikan sebagai program berkelanjutan untuk mendukung Gerakan Literasi Sekolah dan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih literat dan inovatif.</p>Etika Moral HutamiPatmisari Patmisari
Copyright (c) 2026 Etika Moral Hutami, Patmisari Patmisari (Author)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-272026-04-2712514310.56972/jikm.v6i1.195Penguatan Pendidikan Kewarganegaraan melalui Pembelajaran Partisipatif untuk Meningkatkan Kesadaran Demokrasi Generasi Muda
http://journals.alptkptm.org/index.php/jikm/article/view/192
<p>Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran demokrasi, karakter, dan partisipasi sosial generasi muda di tengah perkembangan globalisasi dan teknologi informasi. Namun, perkembangan media digital dan rendahnya literasi demokrasi menjadi tantangan dalam implementasi pendidikan kewarganegaraan di lingkungan pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran demokrasi generasi muda melalui penguatan pendidikan kewarganegaraan dengan pendekatan pembelajaran partisipatif dan kontekstual. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan persiapan, sosialisasi, diskusi interaktif, studi kasus, simulasi demokrasi, serta evaluasi kegiatan. Pendekatan yang digunakan berorientasi pada keterlibatan aktif peserta dalam memahami nilai-nilai demokrasi, hak dan kewajiban warga negara, literasi digital, serta etika bermedia sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai demokrasi, partisipasi sosial, kemampuan berpikir kritis, dan sikap toleransi terhadap perbedaan pendapat. Penggunaan metode pembelajaran inovatif seperti diskusi kelompok, media digital interaktif, dan refleksi pembelajaran terbukti mampu meningkatkan antusiasme dan keterlibatan peserta selama kegiatan berlangsung. Selain itu, penguatan literasi digital membantu peserta lebih bijaksana dalam menyikapi informasi di media sosial. Faktor pendukung efektivitas kegiatan meliputi metode pembelajaran partisipatif, kompetensi fasilitator, lingkungan belajar yang kondusif, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan demikian, pendidikan kewarganegaraan melalui pendekatan inovatif dan partisipatif dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk generasi muda yang demokratis, kritis, toleran, dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.</p>Lailatul KholisaAhmad Muhibbin
Copyright (c) 2026 Lailatul Kholisa, Ahmad Muhibbin (Author)
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-292026-04-2914416610.56972/jikm.v6i1.192